Sekolah Berbasis Lingkungan: Pembelajaran dan Penyadaran terhadap Warga Sekolah


foto: harian global

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM menyatakan, sekolah tidak hanya berbasis informatika teknologi (IT), sains dan karakter tapi juga harus berbasis lingkungan.

“Sekolah berbasis lingkungan merupakan sekolah yang betul-betul memberi kenyamanan pada siswanya,” kata Hasan Basri pada sosialisasi sekolah berbasis lingkungan tingkat SD, SMP, SMA, SMK se-Kota Medan Tahun 2010 di aula SMP Negeri 1 Jalan Bunga Asoka Medan, Kamis (7/10).
Menurut Hasan, sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan sarana sebagai pembelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Menyikapi hal tersebut, jelas Hasan Basri, Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan program Adiwiyata sebagai tindak lanjut dari MoU antara menteri negara lingkungan hidup dan menteri pendidikan nasional.

“Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga para guru dan murid dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” papar Hasan Basri.

Dia berharap kepala sekolah bisa menciptakan dan menjaga sekolah yang memiliki lingkungan dan sanitasi bersih, sehat, nyaman serta rindang dengan pepohonannya.

Sedangkan syarat-syarat lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman menurut Hasan Basri harus memiliki lapangan bermain, pepohonan rindang, sistem sanitasi dan sumur resapan air, tempat pembuangan sampah dan lingkungan sekitar sekolah yang mendukung.

Hasan juga setuju dengan adanya Bank Sampah Sekolah yang bisa mendidik siswa agar tidak membuang sampah sembarangan dan bisa memanfaatkan sampah yang sudah dipilah untuk membuat prakarya sekolah.

Terkait dengan bank sampah sekolah itu, Disdik dan salah satu lembaga swadaya masyarakat seperti Waspada Green Club (WGC) akan menggelar pelatihan kepada siswa tentang menggunakan bank sampah, memilah dan menanam sampah anorganik untuk dimanfaatkan menjadi prakarya. Sedangkan sampah yang bisa ditanam akan diolah menjadi kompos.

Sosialisasi ini dihadiri Kabid Dikmenjur Disdik Medan Marasutan Siregar, pihak dari Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan Kota Medan, sejumlah pengurus WGC dan sekira 300 guru peserta sosialisasi tersebut.

Ketua Bidang Konservasi WGC Hj Dewi Budiati Teruna Jasa Said mengatakan, sekolah merupakan tempat ideal lahirnya kader-kader lingkungan dan bisa menjadi tempat aktivitas masyarakat agar semakin sadar lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi barang bermanfaat.

Hj Dewi menuturkan, program yang ditawarkan WGC mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Medan untuk memberi bekal pengetahuan kepada seluruh sekolah di Kota Medan dan siswanya agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau.

Program Green School diterapkan di tingkat SD, SMP dan SMA ini meliputi pelatihan keterampilan produk daur ulang, produk penyuluhan pilah dan tanam (pita) sampah, pembuatan kompos dan Bank Sampah Sekolah, penyuluhan dan pembuatan lubang resapan air dengan konsep lubang biobori maupun kombipor (kombinasi biopori), serta penghijauan sekolah maupun penanaman pohon.

Melalui Program Green School, siswa diajak menciptakan sekolah yang bersih dan hijau dengan mengelola sampah, termasuk membuat kompos. Bahkan membuat tugas aneka prakarya pun dilakukan dengan memanfaatkan bahan daur ulang yang diambil dari Bank Sampah Sekolah.

“Bank Sampah Sekolah dibuat agar sampah yang berserakan dapat dikumpulkan dan dipilah sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang untuk membuat prakarya sekolah,” kata Hj Dewi.

Sumber: Harian Global Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: