95% RTH di Medan Punah


(matanews.com)

SUWANDI & AGUS ZULHAMIDI

 

MEDAN – Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Namun, tata ruang yang ada tidak tertata lagi, karena minimnya ruang terbuka hijau (RTH).

Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai, 95 persen RTH di kota Medan mulai punah. “Karena, banyaknya berdiri bangunan yang tidak mengacu kepada RUTR (rencana umum tata ruang) kota Medan,” ungkap direktur eksekutif LIPPSU, Azhari Sinik, kepada Waspada Online, pagi ini, menyikapi kondisi RTH kota Medan saat ini.

Azhari mengatakan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemerintah provinsi, kabupaten/kota harus memiliki 30 persen luas wilayah, 20 persen ruang terbuka publik dan 10 persen ruang terbuka privat. “Jadi, sebuah kota harus memiliki ruang terbuka hijau,” kata Azhari sembari menyebutkan, 20 persen ruang terbuka publik untuk lingkungan, kecamatan, kota serta kota hutan.

Sedangkan 10 persen ruang terbuka privat, kata Azhari, seperti hotel, plazah, pasar, supermarket, rumah sakit, dan perkantoran diatur dengan Amdal-nya. Sehingga tidak mudah terjadinya pencemaran lingkungan akibat populasi udara. Kota Medan, sebut Azhari, sebanyak 265 ribu hektar terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan belum ada ruang terbuka hijau, baik ruang terbuka publik maupun ruang terbuka privat. Padahal undang-undang No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang telah mengamatkan pengaturan berbagai wilayah di tiap provinsi, kabupaten dan kota.

Sementara analis tata ruang kota Medan, Abdul Rahim, menambahkan berdasarkan UU No 26 tahun 2007 itu RTH harus 30 persen dari luas wilayah. Namun hal ini sama sekali tidak teralisasi di Medan. “RTH di Medan hanya tinggal 5 persen dari lahan yang seharusnya tersedia. Dan ini merupakan bukti jika Pemerintah Kota Medan tidak memiliki visi untuk merealisasikan RTH,” ungkap Rahim kepada Waspada Online.

Abdul Rahim mengharapkan, Pemko Medan harus segera merealisasikan RTH sesegera mungkin. Karena jika hal ini tidak segera dilakukan, nantinya akan berdampak pada kesejahteraan kota. “Pemerintah Kota harus segera menganggarkan dana dan daerah untuk memperluas RTH,” pungkasnya.

Source–>http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=149124:95-rth-di-medan-punah&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: